Loading...
Artikel

Tips membeli Lampu berdasar Watt, Lumen/Kelvin

Sahabat Sejati Bengkel dimanapun berada, kita sering binggung dan bahkan pernah merasa membeli lampu baik itu LED, HID atau Halogen mengalami masalah atau ketidakpuasan baik secara hasilnya atau efek yang di timbulkannya.  Saat ini banyak jenis lampu yang beredar dan dijual secara online maupun offline dan tidak sedikit membuat kita binggung dan bahkan sering tergoda untuk membelinya.

Melalui situs ini SEJATI BENGKEL akan memberikan tips bagaimana cara memilih lampu yang terbaik untuk menghiasi kendaraan Sahabat Sejati Bengkel. Pada saat membeli atau memilih lampu terkadang kita binggung dan bertanya tentang spesifikasi lampu yang tertulis baik secara LUMEN atau KELVIN. Mari kita bahas satu satu apa arti dari spesifikasi lampu lampu yang beredar diaftermarket sehingga kita tepat membeli dan mendapatkan kepuasaan akan hasilnya.

LUMEN

Lumen merupakan satuan pengukuran cahaya yang dapat dihasilkan oleh sumber cahaya (lampu) sesuai dengan pembahasan tema ini. Semakin tinggi nilai lumen tersebut maka cahaya lampu akan semakin terang.

Membahas tentang lumen maka biasanya akan terhubung dengan kata Lux dan Candela. setelah kita mengetahui tentang Lumen maka Lux merupakan satuan yang digunakan untuk mengukur kecerahan pada permukaan benda.

Sedangkan Candela disamakan cahaya lilin, semakin besar angka Candela semakin kuat cahaya menyebar.
Candela atau perhitungan satuan cahaya lilin dianggap sebagai angka satuan cahaya dari lampu.
Candela dihitung dari kekuatan sinar cahaya seluruhnya. Tidak memasukan hasil angka arah cahaya, dan hasil akhir kekuatan cahaya.

Secara Kesimpulan untuk dunia otomotif biasanya mengunakan Lumen dan watt pada spesifikasi lampu yang beredar berikut ini adalah analog gambaran dari perbedaan candle, lumen dan Lux.

 

KELVIN

Kelvin adalah ukuran yang digunakan untuk menggambarkan suhu warna suatu sumber cahaya. Berikut ini adalah spesifikasi yang memberikan gambaran tentang hangat atau sejuknya sumber cahaya.

  • Temperatur warna adalah cara untuk menggambarkan penampakan cahaya yang diberikan oleh sebuah bola lampu. Itu diukur dalam derajat Kelvin (K) pada skala dari 1.000 hingga 10.000.
  • Suhu Kelvin untuk aplikasi pencahayaan komersial dan residensial berada pada skala dari 2000K hingga 6500K.
  • Suhu warna bola lampu memungkinkan Kita mengetahui seperti apa tampilan dan nuansa cahaya yang dihasilkan.
  • Suhu warna bola lampu ditetapkan menggunakan dasar suhu warna berkorelasi (CCT).

Sedangkan secara ukuran Kelvin maka dapat dilihat dari warna cahayanya.

  • Kurang dari 2000K mengeluarkan cahaya redup hampir sama dengan lilin.
  • 2000K-3000K mengeluarkan kilau putih kekuning kuningan.
  • 3100K-4500K menghasilkan cahaya putih yang terang.
  • 4600K-6500K mengeluarkan cahaya biru-putih.
  • 6500K ke atas mengeluarkan rona cahaya kebiruan yang terang,

Secara sederhana dalam pemilihan pembelian lampu pada di aftermarket mari kita analogkan sebagai berikut:

Contoh Lampu dengan nilai 4000 Kelvin mempunyai warna cahaya agak kekuningan. Lampu ini cocok dipake pada waktu malam, hujan ato menembus kabut. Sedangkan dengan nilai 6000 Kelvin memiliki cahaya putih agak biru. Secara penampilan mengunakan lampu ini terlihat keren. Tetapi sayangnya lampu ini akan menyusahkan saat kondisi hujan atau menembus kabut.

Kemudian hubungannya dengan WATT atas informasi LUMEN serta KELVIN bagaimana? Seiring perkembangan teknologi serta tuntutan penghematan energi, penggunaan teknologi lampu LED lebih hemat dan lebih kecil dalam menyerap energi yang dibutuhkan, lampu LED  menghasilkan cahaya yang lebih terang jika dibandingkan dengan lampu-lampu pada generasi sebelumnya.Cahaya LED seringkali kita memahaminya bergantung pada besaran daya (watt). Dimana semakin besar watt LED maka semakin tinggi pula harganya. Lalu dari mana kita tahu sebuah harga lampu LED akan sesuai dengan kualitasnya?Tentunya dari hasil pengujian. LED memiliki empat aspek yang harus diperhatikan yaitu:

  1. konsistensi warna
  2. usia pakai
  3. colour rendering
  4. lumen yang terdiri dari kuat cahaya penerangan dan efikasi.

Perlu dipahami bersama bahwa dalam memilih lampu LED, yang harus diperhatikan adalah tingkat pencahayaan lampunya (lumen). Jadi jangan terlalu terpaku pada besaran daya (watt) apalagi terpaku pada harga lampu LED sebagai perbandingan. Selama tingkat pencahayaan yang didapatkan sesuai kebutuhan, maka lampu dapat digunakan meskipun berdaya rendah.

Tetapi, dari keempat aspek tersebut lumen merupakan aspek yang sering kali dihiraukan. Padahal, ini merupakan yang terpenting dan terdapat cara perhitungan khusus untuk menilai berapa lumen yang tepat untuk kebutuhan penerangan baik di dalam ataupun diluar ruangan.

Dari penjelasan diatas kiranya Sahabat SEJATI Bengkel mulai dapat memilih mana yang lampu yang tepat dan sesuai untuk kebutuhan dalam menambah performance penampilan pencahayaan pada kendaraan Sahabat SEJATI Bengkel.
Terima kasih semoga bermanfaat, teriring doa salam sukses dan bahagia.
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
1
Hallo apa kabar Sahabat Sejati Bengkel
Ada yang bisa kami bantu?