Saat ini bahan bakar yang beredar di Indonesia untuk bahan bakar mesin diesel mengunakan bahan bakar Bio Solar B50. Banyak dari pemilik mobil bermesin diesel ramai membicarakan tentang efek atau dampak secara postif dan negatif tentang pengunaan Bio Solar B50.
Jika kita membaca social media banyak sekali informasi tentang strategi atau cara supaya mesin diesel tetap aman mengunakan bio solar B50 tetap aman bahkan mengunakan cara yang paling mudah yaitu delete EGR. Namun saat ini kita tidak membahas tentang delete EGR beserta resiko seperti yang pernah kita informasikan pada link sebelumnya, tetapi kita akan membahas tentang apa dan bagaimana sistem EGR yang terinstall pada unit kendaraan Sahabat Sejati bengkel.
Sytem cara kerja EGR (Exchaust Gas Recirculation)
Regulasi emisi yang semakin ketat menuntut peningkatan terus-menerus dalam metode pengurangan polusi udara. Pada mesin diesel Sistem Exhaust Gas Recirculation (EGR) pada mobil berfungsi untuk menurunkan suhu di dalam ruang bakar dengan cara mensirkulasikan kembali sebagian gas sisa pembakaran ke saluran hisap (intake manifold). EGR terbagi menjadi dua metode, yaitu hot EGR dan cold EGR.
Hot EGR merupakan metode dimana sebagian gas buang disirkulasikan kembali tanpa didinginkan sehingga menyebabkan peningkatan suhu pada intake. Sedangkan pada cold EGR, sebagian gas buang yang disirkulasikan didinginkan dengan menggunakan heat exchanger yang menyebabkan penurunan suhu intake.
Cara Kerja Exhaust Gas Recirculation (EGR)

Katup EGR diatur oleh Engine Control Unit (ECU) untuk membuka dan menutup saluran untuk menentukan seberapa banyak gas buang , sedangkan EGR Cooler (pendingin) berfungsi menurunkan suhu gas sisa pembakaran yang panas sebelum dialirkan kembali kedalam mesin.
Katup bypass memungkinkan gas buang dialirkan melewati pendingin EGR pada fase pemanasan sehingga mesin dan konverter katalistik mencapai suhu operasinya lebih cepat serta pengurangan emisi hidrokarbon mentah pada fase pemanasan.
Fungsi utama dari exhaust gas recirculation yaitu menghisap sebagian gas pembuangan untuk disalurkan ke saluran masuk (intake manifold). EGR juga menjadi salah satu metode yang efektif untuk mengurangi NOx mesin diesel karena rendahnya temperatur pembakaran dan konsentrasi oksigen dari fluida yang bekerja di ruang bakar. Namun ketika NOx berkurang, emisi jelaga meningkat dihasilkan dari rendahnya konsentrasi oksigen. NOx merupakan salah satu gas beracun dan berbahaya bagi kesehatan yang terbentuk karena reaksi antara Nitrogen (N2) dan Oksigen (O2) pada proses pembakaran dengan suhu yang sangat tinggi.
Kehadiran sistem EGR yang terpasang pada mesin mobil akan membuat kandungan NOx yang keluar bersama gas buang sisa hasil pembakaran bisa diminimalisir. Alhasil, sisa gas buang yang keluar dari knalpot mobil bisa lebih ramah lingkungan.
Ketika katup EGR aktif, udara segar yang masuk ke ruang bakar akan lebih sedikit sehingga bahan bakar yang disemprotkan oleh injektor juga berkurang. Inilah yang menyebabkan mobil yang dilengkapi dengan sistem EGR lebih hemat bahan bakar jika dibandingkan dengan mobil tanpa sistem EGR.
Ketika EGR aktif, tenaga yang dihasilkan oleh engine tidak bisa optimal sehingga ECU hanya mengaktifkan EGR pada kondisi tertentu saja seperti ketika mobil sedang melaju secara konstan pada kecepatan rendah hingga sedang. Ketika mobil sedang dalam kondisi idle dan berakselerasi, ECU akan memerintahkan sistem EGR untuk tidak beroperasi. Hal ini dilakukan untuk mencapai rpm dan torsi yang diinginkan oleh kendaraan.
Seiring berjalannya waktu, kita akan bisa menemukan tumpukan kerak yang ada pada katup EGR. Hal ini bisa membuat performa mesin mobil menjadi menurun dan tentunya sangat merugikan. Sebab, konsumsi bahan bakar tetap sedangkan power mesin yang dihasilkan malah menurun.
Oleh karena itu Sejati Bengkel menawarkan paket perawatan untuk kendaraan diesel sahabat Sejati dengan metode perawatan rutin dalam satu paket pengantian oli mesin, filter udara, filter oli dan pengecekan rem empat roda untuk tercipta kenyamanan berkendara. Pada saat perawatan kendaraan unit diesel sudah termasuk cleaning pada EGR dan intake, sehingga unit sahabat Sejati Bengkel yang mengunakan Bio Solar B50 atau dexlite tetap berakselerasi seperti mobil baru. Untuk infomrasi lebih lanjut silahkan klik pada ujung kanan bawah baik untuk konsultasi, tanya jawab atau booking service.
Terima kasih dan semoga bermanfaat.