Spesifikasi lengkap Bio Solar B50: apakah aman untuk mesin diesel commonrail?

Sahabat Sejati Bengkel Dimana pun berada pada hari ini kita akan membahas tentang perawatan untuk mesin diesel commonrail yang mengunakan BIO SOLAR B50. Per 1 Juli 2026 Pemerintah telah meluncurkan dan mendistribusikan bahan Bakar BIO SOLAR B50 keseluruh Indonesia.  Sahabat Sejati tentu binggung dengan banyaknya berita atau informasi yang beredar dan akhirnya mengalami kebinggungan untuk memutuskan apakah mengikuti metode kata orang orang atau katanya yang beredar di dunia maya?  Berikut data uji dari pemerintah yang kita ambil dari beberapa sumber informasi.

Titik Nyala (flash point)

  • Solar (minyak bumi)  memiliki titik nyala 66ºC sehingga sekali gerakan piston dari bawah ke atas sudah menghasilkan tekanan kompressi pada temperature 66ºC mesin dingin/cold start maka mesin akan langsung menyala pada dalam waktu 1- 2 detik tanpa harus memerlukan panas yang tinggi.
  • Bio Solar B40 (minyak bumi 60% dan 40% minyak kelapa sawit/nabati) memiliki titik nyala 88ºC  dan pada saat mesin dingin memerlukan waktu 3-4 detik.
  • Bio Solar B50 (minyak bumi 50% minyak bumi dan 50% minyak kelapa sawit/nabati) memiliki titik nyala 92ºC sehingga pada saat mesin dingin memelukan waktu 5-6 detik.

Dari data titik nyala/flash point tersebut diatas itu masih belum menjadi acuan baku, dari data diatas berdasar pada uji coba mesin yang benar benar run well. Akan tetapi perlu diingat suhu/iklim temperature didaerah asal Sahabat Sejati Bengkel yang berbeda juga akan mempengaruhi proses dari waktu menyalakan mesin.

Sehingga dapat kita simpulkan bahwa lokasi geografis tempat tinggal Sahabat Sejati akan mempengaruhi proses waktu menyalakan mobil, sebagai contoh bagi Sahabat Sejati Bengkel yang tinggal di pegunungan dan yang tinggal di pesisir pantai maka akan memiliki waktu perbedaan saat menyalakan mesin diesel kesayangan Sahabat Sejati Bengkel.

Kandungan air (Water Contains)

  • Minyak Bumi memiliki kandungan air 113,7 ppm atau 0,097 ml disetiap liter
  • Bio solar B40 memiliki kandungan air 211,7 ppm atau 0,181 ppm disetiap liter
  • Bio Solar B50 memiliki kandungan air 238,9 ppm atau 0,205 ml disetiap liter

Darimana asal kandungan air ini berasal? Kandungan air ini ada sejak selesainya produksi dari kilang minyak karena faktor oksidasi yang terjadi pada saat solar diolah. Sehingga bisa di simpulkan bahwa dengan kondisi iklim dinegara kita dari proses pengiriman sampai dengan bunker di SPBU dan masuk kedalam tangki Sahabat Sejati maka kandungan air sudah dipastikan ada dan otomatis kandungan air itu akan meningkat seiringnya waktu dan proses penyimpanan.

Dari informasi yang kami berikan kepada Sahabat Sejati akan muncul pertanyaan, Bagaimana ketahanan Oksidasi yang terjadi pada Bahan bakar bio solar? Pada kandungan Bio Solar terdapat kandungan stabilitas oksidasi yang berfungsi untuk mencegah ketahanan berapa lama BBM ini disimpan sebelum menjadi rusak total dan menyebabkan kerusakan pada mesin kendaraan Sahabat Sejati Bengkel.

Dengan melakukan pengujian En1571 yaitu dengan cara menstimulasi percepatan oksidasi dengan cara pipa dipanaskan pada suhu 100ºC dan dialiri Bio Solar dan kontaminasi udara akan bertahan berapa jam sampai teroksidasi dan menjadi rusak. Kemudian bagaimana hasil perbandingannya:

  • Solar (minyak bumi) bertahan dengan waktu 180 jam
  • Bio Solar B40  bertahan dengan waktu 51,3 jam
  • Bio Solar B50 bertahan dengan waktu 49,7 jam

Dari data tersebut tidak menjadikan data valid karena kembali kepada iklim atau suhu temperature serta proses penyimpanan hingga sampai ke dalam tangki bahan bakar kendaraan Sahabat Sejati Bengkel dimanapun berada.

Kandungan Asam Sulfur 

Kandungan asam sulfur Solar murni (minyak bumi) yang terkandung sudah ada sejak berasal dari proses pengeboran sehingga dengan proses pencampuran berbahan dasar kelapa sawit (FAME) maka akan menghasilkan kandungan sulfur yang lebih rendah.  Berikut data kandungan sulfur :

  • Solar (minyak bumi) 1200 ppm dan cetane number 49
  • Bio Solar B40 820 ppm dan cetane number 53
  • Bio Solar B50 750 ppm dan cetane number 54

Dari hasil data uji cetane number diatas dengan mengunakan bahan bakar yang fresh dan belum terkontaminasi dan belum mengalami kenaikan kandungan air karena proses distribusi dan penyimpanan pada SPBU atau tangki kendaraan Sahabat Sejati Bengkel. Maka jika hasil uji cetane number akan turun dratis jika sudah terkontaminasi pada system distribusi dan storage atau penyimpanan akan memiliki penurunan cetane number yang memiliki hasil random seperti pada Bio Solar B40.

Viscositas/Kekentalan Bahan Bakar 

Data Viscositas pada suhu 40ºC maka akan didapat kekentalan cairan bahan bakar sebagai berikut :

  • Solar (minyak bumi)  2,43
  • Bio Solar B40 3,25
  • Bio Solar B50 3,56

Semakin banyak campuran minyak kelapa sawit/nabati maka kondisi bahan bakar akan menjadi semakin kental.

Energy yang dihasilkan

Dalam 1 liter bahan bakar akan menghasilkan energy dan satuan hitungan energy dalam scala joule maka hasil dari ujicoba yang dilakukan oleh pemerintah dan dari beberapa informasi berita yang terpercaya didapat data sebegai berikut :

  • Solar (minyak bumi) menghasilkan energy sebesar 36.000.000 joule
  • Bio Solar B40 menghasilkan energy sebesar 34.700.000 joule
  • Bio Solar B50 menghasilkan enegery sebesar 34.300.000 joule

Setelah kita melihat data diatas maka dapat disimpulkan bahwa perbedaan Bio Solar B40 yang kita sudah pergunakan memiliki nilai yang tidak jauh dari Bio Solar B50 yang sudah beredar saat ini, dan tentunya Bio Solar B50 menghasilkan gas buang yang ramah lingkungan karena energy terbarukan serta memiliki nilai cetane number yang lebih tinggi dari Solar (minyak bumi) namun nilai cetane number akan menurun karena okdsidasi seiring proses distribusi dan penyimpanan/storage bahan bakar itu sendiri.

Apakah aman dipergunakan pada mesin diesel commonrail? Maka Jawabannya adalah aman dan tidak ada masalah berarti bagi kendaraan Sahabat Sejati bengkel dimanapun berada.

Dengan data diatas semoga pemikiran pemikiran dan kebinggungan Sahabat Sejati Bengkel dapat terjawab melalui ringkasan data informasi yang kita ambil dari beberapa berita dan data yang ada di dunia digital.

 

Terima kasih dan semoga bermanfaat.

1 thought on “Spesifikasi lengkap Bio Solar B50: apakah aman untuk mesin diesel commonrail?”

  1. Pingback: Perawatan Diesel Commonrail bagi penguna BIO SOLAR B50 – Sejati Bengkel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *