Sahabat Sejati Bengkel, hari ini kita akan memberikan informasi mengenai Perawatan Diesel Commonrail yang tepat. Mesin Diesel Commonrail berbeda dengan mesin diesel konvensional sehingga kita harus mampu membedakan cara melakukan perawatannya.
Mari kita bahas KESALAHAN Perawatan Diesel Commonrail Pada Umumnya.
- Melakukan pengantian oli filter dan filter oil saja
- Membersihkan/menyemprot filter udara serta cukup menganti filter solar
Dari hal hal diatas tersebut adalah benar dan tepat untuk perawatan diesel konvensional (belum standart EURO). Tetapi perlu diingat bahwa melakukan pembersihan pada filter udara dengan cara disemprot juga akan membuat pori pori pada filter udara semakin melebar dan memungkinkan partikel partikel udara yang besar akan ikut terhisap pada mesin. Langkah yang terbaik adalah menganti filter udara setiap 10,000 Km sekali atau minimal 5000 Km bergantung dari kondisi dan lingkungan geografis yang dilalui (daerah yang sangat berdebu atau tidak).
Pada Mesin Diesel Konvensional tidak perlu melakukan perawatan yang insentif serta bisa dilakukan oleh semua bengkel tanpa yang memiliki spesialis mobil diesel, karena perawatan yang dilakukan hanya secara dasar perawatan rutin yaitu menganti oli mesin beserta filter oli kemudian pengantian filter udara diserta filter solar. Selain tindakan tersebut jika diperlukan dilakukan proses pengecekan injector setiap 30.000 Km sekali. Pengecekan injector yang tepat dengan alat test pump bertujuan untuk mengetahui penyemprotan bahan bakar pada masing masing injektor dan pada pekerjaan ini harus dilakukan pada spesialis atau ahlinya khusus kalibrasi injektor.
Setelah kita membahas tentang Perawatan Diesel Konvensional kini kita akan membahas bersama sama tentang Perawatan Mesin Diesel Commonrail yang tepat sehingga mesin tetap dapat berakselerasi secara nyaman baik pada saat perjalaanan di area dan jalan datar tanpa ada gangguan penurunan pada tenaga/power dari mesin diesel commonrail tersebut.
Berikut ini cara melakukan Perawatan Rutin Mesin Diesel Commonrail yang tepat :
- Lakukan Pengantian Oli mesin berikut Filter oli setiap 5000 km atau 10.000 km (3 – 6 bulan mana yang lebih cepat tercapai dahulu) bergantung pada jenis dan kualitas masing masing pada merk oli yang dipergunakan pada data sheet yang tercantum pada kandungan oli mesin itu sendiri. Mengapa diperlukan waktu pada pengantian Oli? Mengapa tidak mengunakan baku secara km? untuk mobil transportasi yang setiap hari berjalan maka otomatis jarak/km akan tercapai dahulu sedangkan untuk pemakaian unit pribadi biasanya km tidak tercapai namun bulan sudah terlewati dan saat bulan sudah terlewati walau jarak/km belum mencapai jarak yang diharapkan namun OKSIDASI Oli mesin menjadi bersifat asam sudah pasti terjadi karena proses pemanasan mesin dan kondisi jalan yang stop and go.
- Pengantian Filter Udara dan Filter solar.
- Pengecekan jalur atau system bahan bakar serta melihat data dari scanner mengenai kerja dari masing masing injctor. Melakukan proses pembersihan baik melalui system purging atau melakukan pencampuran additive pada tangki bahan bakar jika diperlukan. Hal ini sebagai data analisa dan diagnosa, apakah terdapat gangguan pada proses jalur distribusi bahan bakar hingga pada pengabutan pada ruang bakar.
- Melakukan pembersihan pada bagian system EGR baik pada area aktuator atau pipa pipa yang terhubung dengan EGR, untuk hal ini lebih baik setiap 10.000 km dilakukan untuk membersihkan jelaga yang bertujuan supaya mesin tetap dalam kondisi baik karena bersih dari jelaga sisa pembakaran pada kompressi mesin diesel commonrail itu sendiri.

Sebagai informasi dan ini perlu kita ketahui pada saat melakukan perawatan kendaraan jangan pernah lupa melakukan pengecekan pada System SAFETY FIRST yaitu pengecekan pada system rem baik dari sisi kampas rem, brake liquid/minyak rem bukan secara penuh atau berkurangnya cairan tetapi lebih pada pengecekan kadar air pada tabung minyak rem itu sendiri. Perlu sahabat Sejati Bengkel ketahui bahwa penyebab kecelakaan selain dari human error adalah system rem yang blong atau tidak pakem. Jika kadar air yang terkandung pada cairan minyak rem melebihi 50% niscaya akan membuat system pengereman bermasalah dan dapat mengakibatkan kecelakaan.
Sahabat Sejati Bengkel itulah beberapa hal yang dapat kita informasikan tentang perawatan mesin diesel commonrail baik yang mengunakan BIOSOLAR B50 atau pun bahan bakar merk lainnya, jika hal tersebut dilakukan niscaya mobil kesayangan Sahabat Sejati akan nyaman dikendarai dan tentunya selalu diingat system PENGEREMAN wajib selalu dicek pada saat perawatan rutin sebagai bagian dari SAFETY FIRST berkendara.
Untuk informasi lebih detail mengenai bengkel spesialis diesel commonrail yang menganalisa secara akurat dan menghasilkan mesin lebih bertenaga serta hemat bahan bakar silahkan kunjungi SEJATI Bengkel Purwokerto atau untuk reservasi dan booking silahkan hubungi kami melalui telp/wa dengan mengklik logo yang berada disamping bawah kanan dari informasi ini.
Terima Kasih dan semoga bermanfaat.