Loading...
Oli Mesin

Oli Synthetic VS Mineral

PELUMAS SYNTHETIC MESIN KENDARAAN

Berbeda dengan Pelumas biasa yang menggunakan bahan dasar dari Minyak Mineral (bumi) yaitu dari Naphtenic Oil dan Parafinnic oil, minyak Pelumas Synthetic ini dibuat dari bahan kimia.

Minyak Pelumas Synthetic ini digolongkan  dari : minyak Pelumas Murni (pure) Synthetic atau Semi Synthetic (Campuran dari minyak mineral dan synthetic).

Minyak Pelumas Synthetic Konventional/biasa

untuk engine oil dibuat dari   bahan-bahan: Alkylated Aromatics, Olefin Oligomers, Dibasic Acid Ester, Polyol Esters dll.

Minyak Pelumas Synthetic Yang Sudah Diproses Dengan Nano Teknolo.

Sebagai contoh boron Nano Technology ditambah Potasium Silicate danBorat dibuat menjadi Nano Partikel dalam faty acid; Nano Diamonds Tungsten Dimetion, dll. Yang menghasilkan viskositas yang rendah tetap mencegah friksi dengan baik, dimana bila viskositas rendah pada pelumas biasa akan mengakibatkan friksi yang besar hingga terjadi yang disebut Boundary  Condition yaitu dimana lapisan pelumas sudah demikian tipisnya, hingga metal dengan metal bertemu hingga terjadi keausan, berbeda dengan minyak pelumas biasa dimana molekulnya dibandingkan dengan Nano Teknologi molekul akan lebil kecil dan berbentuk bulat, hingga pelumas lebih licin.

Minyak Pelumas Synthetic Yang Sudah Melalui Proses Hydrocraker

dimana Bahan dasar minyak pelumas tersbut dibuat menjadi gas hingga molekul yang berat akan turun, dan yang keluar cair hingga benar benar didapat pure.

Minyak Pelumas Synthetic Dari Gas Alam

Gas Alam direaksikan dengan Oksigen murni untuk mendapatkan Synthetic Gas, kemudian dimasukan kedalam reaktor untuk diubah menjadi synthetic crude, kemudian dimasukan ke Hydrocracker dan keluar menjadi bahan dasar Pelumas Pure Synthetic

Kelebihan minyak pelumas ini adalah :

  • Mempunyai Viscosity Index ( Index yang menunjukkan kemampuan visco-sitasnya tetap stabil atas perubahan temperatur) yang sangat tinggi.
  • Mempunyai kestabilan oxidasi yang lebih baik.
  • Dapat digunakan pada temperatur yang rendah.
  • Tingkat volatility yang rendah.
  • Sangat bersih.

Demikian dari minyak pelumas synthetic  memang terdapat keunggulannya, dibandingkan dengan mineral oil yaitu :

  • Mempunyai kestabilan terhadap oksidasi dan perubahan temperatur yang baik
  • Mempunyai kemampuan membasahi metal yang baik pada temperatur tinggi hingga mencegah endapan kotoran yang terbentuk menempel pada metal, menyebabkan permukaan metal yang panas tetap bersih
  • Dapat mengalir dengan baik pada temperatur rendah, mempunyai Titik Beku yang rendah
  • Mempunyai tingkat penguapan yang rendah
  • Mempunyai lapisan film pelumas yang kuat walaupun pada viskositas yang rendah.
  • mempunyai kelicinan yang baik

Disamping keunggulan Minyak Pelumas Synthetic mempunyai kelemahan :

  • Harga yang mahal dibandingkan dengan Minyak Pelumas Biasa (Mineral dari minyak bumi).
  • Minyak Pelumas ini menggunakan bahan2 additive yang khusus yang berbeda dari Minyak Pelumas Biasa.
  • Beberapa dari antaranya dapat merusak seal dimana bila mesin sangat membutuhkan seal yang melekat ketat, akan bocor.
  • Tingkat penguapan lebih rendah dibandingkan dengan Minyak Pelumas Biasa yang kental.

Sekarang yang menjadi pertanyaan : Benarkan Minyak Pelumas Synthetic dapat digunakan pada kendaraan hingga 10.000 km ?

Bila dilihat dari keunggulannya kita yakin memang dapat mencapai pemakaian 10.000 km, tetapi mengingat Suhu Udara di Indonesia, terutama Jakarta, kondisi Bahan Bakar, tingkat kemacetan ( hingga waktu pemakaian yang seharusnya sesuai dengan km, menjadi lebih lama)hingga mesin bekerja terus menerus.

Baik, sebelumnya kita bahas bagaimanakah minyak pelumas mesin bekerja pada kendaraan anda ?

Baiklah sekarang kita perhatikan apa yang terjadi saat mesin bekerja :

Bensin dan Solar sedikit berbeda maka proses kimia dari pembakaran bahan bakar pun berbeda, dari semua itu serangan asam mineral yang kuat seperti terlihat diatas : Sulfuric acid, hHydrochloric acid dan Hydrobromic acid yang terbentuk hasil oksidasi akan menyebabkan dan mempercepat lepas atau menipisnya metal dari piston ring dan dinding cylinder dan juga bearing, sulfuric acid muncul akibat oksidasi (pembakaran) sulfur yg terdapat di bahan bakar, demikian pula Halogen acid yang berasal dari additive lead (timah) yang terdapat pada bensin. Semua acid yang muncul akibat pembakaran akan bercampur dalam minyak pelumas dan cenderung akan mengakibatkan kerusakan akibat karat, penyumbang terbesar dari terbentuknya asam2 tersebut adalah Air (H2O) ini adalah produk yang terbesar dari proses pembakaran yang muncul saat tekanan gas diruang pembakaran tinggi dan temperatur mesin yang masih dingin, misalnya saat menstart kendaraan dipagi hari dan selama pemanasan.

Jadi asam kuat akan muncul saat pembakaran dimana dalam bahan bakar terdapat sulfur dan halogen compound yang bergabung dengan air, juga dari pembakaran yang akan membuat metal mesin menjadi lunak karena asam.

Maka dibutuhkan zat tambahan (additive) dalam pelumas untuk menanggulanginya, misalnya :

Alkaline metallo organic detergent untuk mengontrol korosi dengan menetralkan acid.

Ashless dispersants mengontrol korosi dengan membuat acid dalam pelumas agar tidak dapat menyentuh metal

Anti wear yang mengontrol korosi bearing dengan mengurangi serangan acid2 tsb dengan membentuk lapisan film pelindung pada metal.

Zat2 ini akan bertempur terus menerus dengan acid yang muncul, makin diperpanjang pemakaian pelumas maka zat2 tersebut akan semakin lemah.

Demikian pula hal nya dengan minyak pelumas dengan dasar synthetic, bagaimanapun lebih tinggi kemampuannya dibanding dengan minyak pelumas biasa akan menghadapi acid tsb, belum lagi dengan kwalitas dari bensin ataupun solar dalam negeri.

DEPOSIT YANG TERBENTUK PADA MESIN BENSIN.

Deposit yang yang dihasilkan terbanyak pada saat temperatur rendah, biasanya saat menstart kendaraan dipagi hari dan perjalanan yang dilakukan dengan jarak yang pendek, dimana bagian mesin hanya sebagian yang panas.Kondensasi dari air  akibat dari pembakaran akan bercampur dengan pelumas dan deposit endapan menjadi problem utama.

Deposit yang lainnya adalah pembakaran yang tidak sempurna yaitu reaksi dari bahan bakar yang tak terbakar dengan nitogen oxide NOx  dan Deposit dari residu hasil pembakaran  dari bensin yang menggunakan timah untuk antiknock compound. (Apakah premium dalamnegeri masih menggunakan timah ?)

Pada temperatur kerja yang tinggi oxigen akan bereaksi pula dengan minyak pelumas sendiri hingga menghasilkan  asam organik yang sama.

Pengaruhnya Terhadap Viscositas

Disamping mengakibatkan korosi, viskositas minyak pelumas juga akan terpengaruh dengan adanya deposit dan endapan, sebagaimana kita ketahui  viskositas adalah sangat penting sbb :

Bila mesin dihidupkan maka akan terjadi kontak antar metal yang bergerak, Nah disinilah fungsi pelumas, yaitu untuk memisahkan part part metal tersebut hingga tidak bergesekan satu sama lain, yaitu dengan terbentuknya lapisan pelumas dengan ketebalan yg sangat tipis, yang mempengaruhi tebal tipisnya lapisan ini adalah viscositas. Dari waktu kewaktu pemakaian mesin, minyak pelumas harus dapat mempertahankan viscositasnya baik pada perubahan temperatur kerja maupun lama pemakaian mesin.

Bila viskositas menjadi terlalu kental maka akan terjadi :

  • Kesulitan saat menstart kendaraan
  • Tenaga yang dihasilkan jadi berkurang juga pendinginin mesin
  • Pemakaian bahan bakar bertambah
  • Keausan dari metal2 yang bergesekan saat starting bertambah
  • Temperatur mesin naik

Bila viskositas menjadi terlalu encer :

  • Pemakaian pelumas bertambah
  • Terjadi kebocoran minyak pelumas
  • Mesin menjadi berisik karena lapisan film pelumas tidak mampu menahan beban dari metal2 yang bergesekan
  • Keausan menjadi bertambah besar

Untuk menetapkan umur pelumas untuk mesin diperlukan pengetesan secara periodik dari minyak pelumas bekas yang  sedang digunakan, dan ini pun berbeda dari tiap negara, karena dari kwalitas bahan bakar yang digunakan misalnya, di Amerika, Jepang dan Indonesia; suhu yang berbeda; tingkat kemacetan yang berbeda.

Dengan demikian Produsen kendaraan diindonesia tidaklah bisa menentukan umur pemakaian pelumas seperti dinegara lain, sekalipun untuk pelumas synthetic, telah banyak terdapat terjadi, khususnya untuk motor2 kecil, dimana terjadi kerusakan pada mesin, berbagai alasan dikemukakan ada yang menyatakan pelumas synthetic gampang menguap, terlalu encer dsb, hal ini menunjukkan ketidak siapan dari produsen untuk menetapkan umur dari minyak pelumas synthetic, lagi2 yang menjadi korban adalah konsumen.

Adapun pengetesan yang dimaksud adalah :

Pengetesan secara periodik hingga KM yang ditetapkan dari minyak pelumas yang sedang digunakan, yaitu meliputi Test :

Penampilan dan aroma dari pelumas

Warna dari pelumas

Kandungan air dari pelumas

Pengenceran oleh bahan bakar

Penambahan viscositas

Pengurangan viscositas

Kandungan  yang tak larut dari jelaga dari oksidasi bahan bakar

Kandungan asam dalam minyak pelumas

Keausan dari Metal :

  • Aluminium dari piston dan bearing
  • Chromium dari rings, cylinder liner, air pendingin
  • Copper dari bearing dan bushing
  • Sylicon dari kandungan debu udara
  • Iron dari engine part
  • Lead dari bearing
  • Sodium dari air pendingin

Semua perubahan dari pelumas ada limitnya dan tidak boleh melebihi limit tsb.

Sudahkah produsen di Indonesia melakukan Test tersebut ? untuk kondisi di Indonesia, bila belum dan ragu sebaiknya gunakan minyak pelumas synthetic anda dibawah 10.000 km.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
1
Hallo apa kabar Sahabat Sejati Bengkel
Ada yang bisa kami bantu?